MGtbNGJ8Mqt9NaZ4MqN9MGRbMDcsynIkynwbzD1c

Esai Rafif Amir: Satu Juta Buku

BLANTERLANDINGv101
5821456843096345225

Esai Rafif Amir: Satu Juta Buku

 

1 JUTA BUKU 

@rafif_amir

 


Di usia tua, saya ingin menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis. Sebanyak-banyaknya.

Saya tak perlu lagi repot memikirkan bisnis. Sistem sudah berjalan autopilot. Ratusan juta saya terima tiap bulannya. Cukup untuk kebutuhan keluarga dan sebagian didonasikan untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Tiap hari, saya beraktivitas di sebuah perpustakaan besar. Perpustakaan yang menampung lebih dari satu juta buku. Itulah perpustakaan pribadi saya yang dibuka untuk umum. Siapa pun bisa datang kapan saja. Buka 24 jam. Beragam aktivitas seni budaya dan keilmuan ada di sana. Perpustakaan itu akan menjadi rumah bagi semua.

Apa yang saya harapkan dari itu? Pertama, pahala. Kedua, bahagia.

Coba bayangkan, jika setiap hari ada 1.000 pengunjung dan ada 1.000 buku yang dibaca, lalu katakanlah ada 100 orang yang mendapatkan manfaat dari bacaan itu, maka betapa banyak pahala yang akan saya dapatkan--tentu atas izin Allah. Bagaimana jika sebulan, setahun, dan berpuluh tahun kemudian. Meski saya sudah berada di liang lahat, selama buku-buku itu dibaca dan bermanfaat, insyaallah kucuran pahala akan terus membanjiri rekening kebaikan saya.

Satu juta buku bukan sesuatu yang mustahil bagi saya. Meskipun mengumpulkannya bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu kerja keras, ketekunan, istiqamah. Jika hari ini baru sanggup ratusan buku, nanti ditingkatkan lagi menjadi ribuan buku per bulan. Bisa dibayangkan, berapa uang yang dibutuhkan?

Tetapi uang tak ada harganya jika dibandingkan dengan pahala yang akan saya terima. Semakin tidak ada harganya, jika dibandingkan dengan surga. Jika Jorge Luis Borges membayangkan surga seperti perpustakaan, saya membayangkan perpustakan sebagai lorong menuju surga.

Setiap orang beriman, pasti meyakini, bahwa surga adalah puncak kebahagiaan berada. Satu juta buku di perpustakaan yang akan saya bangun, tidak hanya mengantarkan saya pada  puncak kebahagiaan, tapi perlahan menggiring saya pada kebahagiaan yang semakin besar. Melihat ada yang berkunjung ke perpustakaan, itu kebahagiaan. Melihat deretan buku di rak, itu kebahagiaan. Melihat ada yang membacanya, itu kebahagiaan.

1 juta buku yang memproduksi berjuta-juta kebahagiaan. Semoga terkabul.


Sidoarjo, 25 Agustus 2020

BLANTERLANDINGv101
  1. Ya Allah, memang kebahagiaan itu harus diciptakan sendiri.
    Semangat pak Rafif

    BalasHapus
  2. Aku juga mauuu satu juta buku, tapi ngga yakin kelar bacanya :")

    BalasHapus

Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang